
Mediaraya.id – Sorak penonton pecah di Stadion Mini Bulukumba, Minggu, 26 April 2026, saat Lima Jaya FC All Star memastikan diri sebagai juara Turnamen Sepak Bola Silaturahmi Usia Madya Mentari Cup I 2026.
Gelar itu diraih setelah menundukkan Sahabat FC All Star lewat drama adu penalti yang menegangkan, usai kedua tim bermain imbang 0-0 selama waktu normal.
Turnamen yang mempertemukan para pemain usia madya ini bukan sekadar perebutan trofi.
Sejak awal, Mentari Cup I 2026 hadir sebagai ruang silaturahmi, mempertemukan kembali semangat kompetisi dan persaudaraan dalam satu lapangan hijau.
Final Penuh Tegang, Juara Ditentukan Lewat Penalti
Partai grand final berlangsung ketat sejak peluit pertama dibunyikan.
Lima Jaya FC All Star dan Sahabat FC All Star sama-sama tampil disiplin, menjaga ritme permainan, dan saling menekan sepanjang laga 2 x 35 menit.
Beberapa peluang emas tercipta dari kedua kubu, namun kokohnya lini pertahanan dan ketenangan para penjaga gawang membuat skor tetap bertahan tanpa gol hingga waktu normal usai.
Atmosfer stadion terasa berbeda. Penonton berdiri, menahan napas, saat pertandingan harus ditentukan melalui babak adu penalti.
Di momen paling krusial itu, Lima Jaya FC All Star tampil lebih tenang.
Eksekutor mereka sukses menjalankan tugas dengan baik, sementara tekanan justru membayangi lawan.
Hasil akhir memastikan Lima Jaya FC keluar sebagai juara pertama Mentari Cup I 2026.
Kemenangan itu disambut sorak bahagia dari pemain, keluarga, dan para pendukung yang memadati sisi lapangan.
Daftar Juara Dan Penghargaan Individu
Turnamen Mentari Cup I 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit, tetapi juga memberi apresiasi kepada tim dan pemain terbaik sepanjang kompetisi.
Berikut daftar juara Mentari Cup 1 2026
Juara 1: Lima Jaya FC
Juara 2: Sahabat FC
Juara 3 Bersama: Menteri Pagi FC dan Gasiba FC
Sementara penghargaan individu diberikan kepada:
Best Player: Syamsuddin (Mondy) – Lima Jaya FC
Top Skor: Risman Kallong – Lima Jaya FC
Dominasi Lima Jaya FC terlihat jelas, bukan hanya dari trofi juara, tetapi juga dari performa individu para pemainnya yang konsisten sepanjang turnamen.
Nama Syamsuddin atau akrab disapa Mondy menjadi sorotan berkat kontribusinya sebagai motor permainan tim, sementara Risman Kallong sukses menjadi predator tajam di lini depan.
Mentari Cup Bukan Sekadar Kompetisi
Ketua Panitia, Suryadi, menegaskan bahwa Mentari Cup I 2026 sejak awal dirancang sebagai ajang mempererat hubungan antar pemain usia madya, bukan hanya soal menang dan kalah.
Menurutnya, semangat utama turnamen ini adalah silaturahmi dan persaudaraan yang terus hidup melalui olahraga.
“Turnamen ini menjadi wadah kebersamaan dan persaudaraan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh PSSI Bulukumba yang diwakili Wakil Ketua, H. Ilham Amdar.
Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan fair play dalam setiap pertandingan.
H. Ilham juga memberikan apresiasi kepada panitia, peserta, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen ini hingga berjalan lancar dan penuh antusiasme.
Bagi banyak pemain usia madya, turnamen seperti ini menjadi ruang nostalgia menghidupkan kembali semangat bermain bola sambil menjaga kebugaran dan hubungan sosial.
Harapan Mentari Cup Jadi Agenda Rutin Bulukumba
Berakhirnya Mentari Cup I 2026 menjadi penanda bahwa sepak bola tetap menjadi bahasa persatuan yang paling mudah diterima masyarakat.
Di tengah kesibukan dan usia yang tak lagi muda, lapangan hijau masih mampu menjadi tempat bertemu, bercanda, bersaing sehat, dan mempererat persaudaraan.
Turnamen ini memberi pesan sederhana namun kuat: olahraga tidak selalu soal prestasi, tetapi juga tentang menjaga hubungan antarmanusia.
Dengan antusiasme yang besar dari peserta dan masyarakat, Mentari Cup diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Bulukumba.
Mentari Cup I 2026 resmi berakhir dengan Lima Jaya FC sebagai juara utama setelah melewati laga final dramatis melawan Sahabat FC All Star.
Lebih dari sekadar trofi, turnamen ini meninggalkan semangat kebersamaan yang kuat.
Dari lapangan kecil di Stadion Mini Bulukumba, pesan besar tentang persaudaraan, sportivitas, dan silaturahmi kembali ditegaskan.***
Tidak ada komentar