Sebanyak 100 pelaku UMKM mengikuti kegiatan Pengembangan Kapasitas bertema digital marketing, branding UMKM, dan akses pembiayaan syariah di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu 29 April 2026.Mediaraya.id – Seratus pelaku UMKM Bulukumba memenuhi Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (29/4/2026), membawa harapan yang sama: bagaimana usaha kecil mereka bisa bertahan, berkembang, dan naik kelas di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin cepat.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Bagian Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas UMKM dengan tema Digital Marketing, Branding UMKM, dan Akses Pembiayaan Syariah.
Agenda ini menjadi langkah nyata mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar lebih siap menghadapi perubahan pasar.
Kegiatan tersebut menghadirkan Founder dan CEO Ondeway Indonesia, Andi Awal Irsyad, serta Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia Bulukumba, Akbar Syarif, sebagai narasumber utama.
Pengembangan UMKM Jadi Prioritas Pembangunan Bulukumba
Bupati Bulukumba yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Daud Kahal, membuka kegiatan secara resmi sekaligus memaparkan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Daud menegaskan bahwa pengembangan UMKM menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah, sejajar dengan pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan.
“Pengembangan UMKM merupakan bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah yang telah dituangkan dalam dokumen Rencana Strategis berdasarkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba,” ujar Daud Kahal.
Pernyataan itu disambut antusias peserta.
Sebagian besar pelaku UMKM yang hadir berasal dari sektor kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga usaha rumahan yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Bagi mereka, pelatihan seperti ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi ruang belajar untuk bertahan di tengah tantangan usaha yang terus berubah.
Digital Marketing Dan Branding Jadi Kunci Persaingan
Daud Kahal menjelaskan, akselerasi pembangunan UMKM terus didorong melalui berbagai kebijakan strategis.
Salah satunya adalah pengembangan Kawasan Pantai Merpati sebagai sentra ekonomi yang terintegrasi dengan kolam labuh dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Menurutnya, kawasan tersebut bukan hanya pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Ia menekankan bahwa kesiapan pelaku usaha menjadi faktor penting.
Legalitas usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga strategi pemasaran yang tepat harus berjalan beriringan.
“Bulukumba sebagai salah satu destinasi wisata dengan angka kunjungan yang cukup tinggi tentu membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang,” katanya.
Ia menambahkan, peluang itu harus didukung dengan hadirnya produk-produk unggulan, baik kuliner maupun cenderamata, yang mampu memperkuat daya tarik wisata.
Di sinilah branding menjadi penting. Produk lokal tidak cukup hanya bagus, tetapi juga harus memiliki identitas yang kuat agar mudah dikenali pasar.
Akses Pembiayaan Syariah Jadi Solusi Pelaku Usaha
Selain pemasaran digital, akses pembiayaan syariah juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini.
Banyak pelaku UMKM masih menghadapi kendala modal usaha, terutama untuk ekspansi bisnis.
Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia Bulukumba, Akbar Syarif, memaparkan berbagai peluang pembiayaan berbasis syariah yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha secara lebih aman dan terstruktur.
Sementara itu, Founder dan CEO Ondeway Indonesia, Andi Awal Irsyad, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam usaha kecil.
Menurutnya, media sosial kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi telah menjadi etalase utama bisnis.
Pelaku UMKM harus mampu memahami perilaku konsumen digital, membangun kepercayaan melalui konten, serta menciptakan pengalaman belanja yang menarik.
“Era digital membuka peluang besar dalam menghadirkan metode promosi dan pemasaran yang lebih efektif dan efisien,” ujar Daud menegaskan.
Diskusi Interaktif Perkuat Pemahaman Peserta
Kegiatan ini juga diisi sesi diskusi interaktif yang dipandu Kepala Bagian Ekonomi dan Administrasi Pembangunan, A. Akhmad Natsir.
Peserta aktif bertanya tentang strategi pemasaran digital, penguatan branding produk, hingga cara mengakses pembiayaan usaha berbasis syariah.
Suasana terasa hidup, Banyak pelaku usaha menyampaikan pengalaman mereka menghadapi tantangan penjualan yang stagnan, perubahan perilaku konsumen, hingga sulitnya memperluas pasar.
Diskusi itu menjadi bukti bahwa UMKM Bulukumba tidak kekurangan semangat mereka hanya membutuhkan akses pengetahuan dan dukungan yang tepat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap pelaku UMKM semakin adaptif, inovatif, dan mampu meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.
Sebab pada akhirnya, UMKM bukan hanya soal bisnis kecil, tetapi denyut ekonomi masyarakat yang menentukan kekuatan daerah di masa depan.***
Tidak ada komentar