Sempat Hilang, Tersangka Pemerkosaan Puluhan Santriwati Dibekuk Polisi

3 menit membaca View : 28
Avatar photo
Andi Fendy
Kriminal - 07 Mei 2026

Mediaraya.id – Pengejaran terhadap AS, tersangka dugaan pemerkosaan terhadap sejumlah santriwati, berakhir di sebuah desa di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) dini hari.

Setelah beberapa hari berpindah tempat persembunyian, pria tersebut akhirnya ditangkap aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah saat melintas di jalan kawasan Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 04.45 WIB tanpa perlawanan.

Polisi menyebut AS sempat bersembunyi di rumah seorang juru kunci petilasan sebelum akhirnya tertangkap.

Kasus ini menyita perhatian publik karena menyangkut dugaan kekerasan seksual terhadap para santriwati yang memicu keresahan masyarakat.

Kronologi Penangkapan Tersangka Di Wonogiri

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Muhammad Anwar Nasir, menjelaskan tim Jatanras sebenarnya sudah melakukan pengintaian terhadap keberadaan tersangka sejak beberapa waktu terakhir.

“Jadi itu sebenarnya tim Jatanras Polda Jateng papasan di jalan dengan tersangka, surveillance anggota ketemu di jalan,” kata Anwar dikutip dari detik jateng, Kamis (7/5/2026).

Menurut Anwar, AS diketahui sempat bersembunyi di rumah salah satu juru kunci petilasan di wilayah Purwantoro.

Namun saat keluar dari lokasi persembunyian, petugas yang sedang melakukan pemantauan langsung mengenali dan mengamankannya.

Penangkapan berlangsung cepat dan tanpa perlawanan.

Polisi memastikan saat berada di rumah tersebut, AS tinggal seorang diri.

“Tapi kalau penangkapannya saat papasan di jalan. Di rumah juru kunci itu dia sendiri. Nggak ada perlawanan,” lanjut Anwar.

Situasi penangkapan berlangsung relatif tenang meski aparat bergerak sejak dini hari.

Warga sekitar baru mengetahui adanya penangkapan setelah polisi membawa tersangka keluar dari lokasi.

Sempat Kabur Karena Takut Ditahan

Polisi mengungkapkan AS sebelumnya melarikan diri dari Kabupaten Pati setelah mengetahui dirinya menjadi target penangkapan.

Advertisement

Ketakutan akan proses hukum membuat tersangka berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat.

Dalam pelariannya, AS disebut mendapat bantuan seseorang yang mengantarnya menuju Wonogiri.

Namun identitas pihak yang membantu pelarian tersebut belum dijelaskan lebih lanjut oleh kepolisian.

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap santriwati ini sendiri memunculkan perhatian luas di tengah masyarakat.

Selain karena korban disebut berasal dari lingkungan pendidikan berbasis keagamaan, kasus ini juga menambah daftar panjang kekerasan seksual yang terjadi di ruang yang seharusnya aman bagi perempuan dan anak.

Pengamat sosial menilai, kasus seperti ini sering meninggalkan trauma mendalam bagi korban.

Tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan sosial.

Karena itu, proses hukum yang transparan dinilai penting untuk memastikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga.

Polisi Dalami Dugaan Korban Dan Motif

Hingga kini, penyidik masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya korban lain.

Polisi juga akan memeriksa lebih lanjut motif tersangka serta pihak-pihak yang diduga mengetahui keberadaan AS selama pelarian.

Selain proses pidana terhadap tersangka, pendampingan psikologis bagi korban juga menjadi sorotan.

Sejumlah pihak mendesak agar korban mendapatkan ruang pemulihan yang aman tanpa tekanan sosial.

Di sisi lain, penangkapan AS di Wonogiri menjadi akhir dari pelarian yang sempat membuat aparat melakukan pengejaran lintas daerah.

Polisi kini fokus melengkapi berkas penyidikan sebelum kasus dilimpahkan ke tahap berikutnya.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS