Mantan Wakil Wali Kota Makassar, Andi Herry Iskandar, mengapresiasi revitalisasi Pesanggrahan Tanete di Bulukumba yang dinilai berhasil menghadirkan ruang publik lebih indah, tertata, dan tetap menjaga nilai sejarah kawasan.Mediaraya.id – Kabupaten Bulukumba kembali menuai pujian.
Saat melintas dari Bone dan Sinjai menuju Makassar, Selasa, 19 Mei 2026, mantan Wakil Wali Kota Makassar periode 2004–2009, Andi Herry Iskandar, mengaku terkesan melihat wajah baru Pesanggrahan Tanete yang kini tampak lebih indah dan tertata usai direvitalisasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Kekaguman itu muncul spontan ketika kendaraan yang ditumpanginya melintasi kawasan Tanete.
Bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda tersebut kini berdiri lebih rapi dengan penataan kawasan yang dinilai menghadirkan suasana nyaman bagi masyarakat.
“Waktu saya lewat di Tanete tadi, saya sangat senang melihat Pesanggrahan itu sudah bagus setelah direvitalisasi oleh Pak Bupati Andi Utta,” ungkap Andi Herry.
Kenangan Lama Di Pesanggrahan Tanete
Bagi Andi Herry, Pesanggrahan Tanete bukan sekadar bangunan tua.
Tempat itu menyimpan jejak perjalanan hidupnya sejak kecil.
Ia mengenang kawasan tersebut sebagai lokasi yang kerap dikunjunginya bersama sang ayah.
Kenangan itu kembali terasa saat dirinya bertugas sebagai pejabat pemerintahan di Kabupaten Sinjai pada era 1980-an.
Nuansa historis itulah yang menurutnya membuat revitalisasi Pesanggrahan Tanete memiliki makna lebih dalam.
Tidak hanya mempercantik kawasan publik, tetapi juga menjaga memori kolektif masyarakat terhadap warisan sejarah daerah.
“Sekarang Bulukumba terlihat semakin tertata. Pesanggrahan Tanete juga menjadi ruang publik yang nyaman,” ujarnya.
Revitalisasi Pesanggrahan Tanete Dinilai Berhasil
Revitalisasi Pesanggrahan Tanete menjadi salah satu proyek penataan kawasan publik yang belakangan ramai diperbincangkan di Bulukumba.
Penataan ulang bangunan dan lingkungan sekitar dinilai berhasil menghadirkan wajah baru kawasan bersejarah tersebut.
Andi Herry menilai langkah Pemerintah Kabupaten Bulukumba menunjukkan keseriusan dalam menjaga aset sejarah sekaligus memperbaiki kualitas ruang publik.
Ia juga memuji kepemimpinan Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang dianggap mampu membawa perubahan terhadap wajah kota menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.
Penataan kawasan seperti Pesanggrahan Tanete, menurutnya, menjadi contoh bagaimana pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur modern, tetapi juga memperhatikan identitas sejarah daerah.
Di tengah berkembangnya pembangunan perkotaan, keberadaan ruang publik bernilai historis dinilai penting untuk menjaga keterhubungan masyarakat dengan masa lalu mereka.
Perjalanan Darat Dengan Kendaraan Listrik
Setibanya di Kota Bulukumba, Andi Herry disambut dalam jamuan makan malam di Rumah Jabatan Bupati Bulukumba.
Tokoh senior Sulawesi Selatan yang juga merupakan keponakan langsung almarhum M. Jusuf itu sempat beristirahat dan menunaikan salat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makassar.
Menariknya, perjalanan darat tersebut dilakukan menggunakan kendaraan listrik.
Ia bahkan melakukan pengisian daya di Kantor PLN Bulukumba sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Momen itu sekaligus menunjukkan mulai meningkatnya penggunaan kendaraan listrik untuk perjalanan antardaerah di Sulawesi Selatan, termasuk dukungan fasilitas pengisian daya di daerah.
Sosok Pamong Senior Sulawesi Selatan
Andi Herry Iskandar dikenal sebagai salah satu pamong senior di Sulawesi Selatan dengan pengalaman panjang di dunia birokrasi.
Kariernya dimulai dari berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum di Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Gowa, Kepala Dinas Perikanan Kota Makassar, hingga dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Makassar mendampingi Ilham Arief Sirajuddin.
Selain itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Penjabat Bupati di Kabupaten Maros dan Kabupaten Luwu Utara.
Pengalaman panjang tersebut membuat pandangannya terhadap perkembangan daerah, termasuk revitalisasi Pesanggrahan Tanete di Bulukumba, dinilai memiliki bobot tersendiri.
Kini, apresiasi dari tokoh senior seperti Andi Herry menjadi sinyal bahwa upaya penataan kawasan publik di Bulukumba mulai mendapat perhatian luas.
Revitalisasi Pesanggrahan Tanete pun tidak hanya menghadirkan wajah baru kota, tetapi juga memperkuat identitas sejarah dan kenyamanan ruang publik bagi masyarakat.***
Tidak ada komentar