Anggota DPRD Bulukumba Fraksi PKS, Dr. Supriadi, berdialog langsung dengan warga Dusun Tunumbeng, Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontotiro, dalam kegiatan reses yang membahas kebutuhan lampu jalan, bantuan pertanian, hingga renovasi masjid.Mediaraya.id – Warga Dusun Tunumbeng, Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontotiro, tampak antusias memadati lokasi reses anggota DPRD Kabupaten Bulukumba Fraksi PKS, Dr. Supriadi.
Dalam suasana sederhana namun hangat, masyarakat menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari minimnya lampu jalan hingga kebutuhan pupuk dan bibit pertanian.
Kegiatan reses yang berlangsung di tengah perkampungan warga itu menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat mereka.
Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga kelompok tani hadir menyampaikan harapan agar pembangunan di desa lebih menyentuh kebutuhan dasar warga.
Reses Jadi Ruang Mendengar Keluhan Warga
Dalam sambutannya, Dr. Supriadi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya dirancang dari balik meja, tetapi harus berangkat dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan.
“Reses ini bukan hanya agenda formal DPRD, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan tempat kami mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. InsyaAllah setiap aspirasi yang disampaikan akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Dr. Supriadi, Jumat, 22 Mei 2026.
Pernyataan itu disambut positif warga yang berharap aspirasi mereka benar-benar dapat ditindaklanjuti.
Di sela dialog, sejumlah warga terlihat bergantian menyampaikan keluhan dengan penuh harapan.
Lampu Jalan Dan Renovasi Masjid Jadi Prioritas
Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah kebutuhan lampu jalan di beberapa titik di Dusun Tunumbeng yang masih minim penerangan.
Warga menilai kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan, terutama saat malam hari.
Selain mengurangi kenyamanan, minimnya penerangan jalan juga dianggap berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Selain lampu jalan, warga turut mengusulkan bantuan renovasi masjid yang selama ini menjadi pusat aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan masyarakat setempat.
Bagi warga Tunumbeng, masjid bukan hanya tempat salat, tetapi juga ruang berkumpul dan mempererat kebersamaan masyarakat desa.
Karena itu, mereka berharap adanya perhatian pemerintah terhadap fasilitas keagamaan yang ada di lingkungan mereka.
Petani Keluhkan Bibit Dan Pupuk
Aspirasi lain yang cukup dominan datang dari kalangan petani.
Mereka mengeluhkan keterlambatan distribusi bibit pertanian yang kerap memengaruhi jadwal tanam dan hasil produksi.
Di tengah biaya produksi yang terus meningkat, petani juga berharap adanya bantuan pupuk dan racun rumput gratis agar beban ekonomi mereka dapat sedikit berkurang.
Sebagian besar masyarakat Dusun Tunumbeng diketahui menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.
Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan petani dinilai sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi warga desa.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Supriadi menegaskan bahwa sektor pertanian memang harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Kita ingin petani mendapatkan perhatian yang serius, mulai dari ketersediaan bibit, pupuk, hingga kebutuhan pendukung lainnya. Karena kalau pertanian masyarakat maju, maka ekonomi masyarakat juga akan ikut bergerak,” ungkap Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bulukumba tersebut.
Kedekatan Wakil Rakyat Dan Masyarakat
Suasana reses berlangsung cair dan penuh kekeluargaan.
Setelah sesi dialog resmi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi santai dan silaturahmi bersama warga.
Momen tersebut memperlihatkan kedekatan emosional antara masyarakat dan wakil rakyat mereka.
Tidak sedikit warga yang berharap pola komunikasi seperti ini terus dilakukan agar aspirasi masyarakat tidak terputus.
Dr. Supriadi juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan kebutuhan dan persoalan di lingkungan mereka demi mendukung pembangunan daerah yang lebih merata dan tepat sasaran.
Reses ini menjadi gambaran bahwa persoalan dasar masyarakat desa, seperti infrastruktur lingkungan dan kebutuhan pertanian, masih menjadi perhatian utama warga.
Di sisi lain, keterlibatan langsung anggota DPRD di tengah masyarakat dinilai penting untuk memastikan kebijakan pembangunan benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat.***
Tidak ada komentar