Binrohtal Di Rutan Polres Bulukumba, Pembinaan Mental Tahanan Diperkuat

2 menit membaca View : 14
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 09 Apr 2026

Mediaraya.id – Binrohtal Polres Bulukumba dilaksanakan bagi personel serta tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bulukumba, Kamis pagi (9/4/2026).

Kegiatan Binrohtal Polres Bulukumba difokuskan pada penguatan rohani dan mental melalui pembinaan keagamaan.

Program Binrohtal Polres Bulukumba tersebut dijalankan sebagai bagian pembinaan internal sekaligus upaya meningkatkan keimanan.

Pembinaan rohani dan mental diselenggarakan oleh fungsi SDM Polres Bulukumba.

Kegiatan Binrohtal Polres Bulukumba diawali setelah pelaksanaan apel pagi.

Pembacaan Surah Yasin dan doa bersama dipimpin oleh Ustadz Bripda Muhammad Alif, personel SDM Polres Bulukumba.

Kegiatan Binrohtal Polres Bulukumba berlangsung di Masjid Namirah Polres Bulukumba.

Seluruh personel Polres Bulukumba yang beragama Islam turut dilibatkan.

Pembinaan lanjutan kemudian diberikan kepada para tahanan di Rutan Polres Bulukumba.

Tausiah Untuk Tahanan

Pembinaan rohani bagi tahanan disampaikan oleh Ustadz Bripda Muhammad Alif bersama Plt Kasat Tahti Ipda Muhammad Jusri.

Tausiah diberikan sebagai penguatan mental selama menjalani masa pembinaan.

“Jangan berputus asa dan tetap melaksanakan kewajiban kita sebagai umat Islam dengan mendirikan shalat lima waktu meskipun berada di dalam rutan,” pesannya.

Ajakan untuk memohon kemudahan kepada Allah SWT juga disampaikan.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

Harapan agar tahanan tetap tabah dalam menghadapi cobaan ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Program Pembinaan Sat Tahti

Penjelasan mengenai program pembinaan disampaikan oleh Ipda Muhammad Jusri.

Kegiatan disebut sebagai program rutin Satuan Tahanan dan Titipan Polres Bulukumba.

“Tujuan program ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif kepada para tahanan dalam menjalani masa pembinaan,”ujarnya.

Harapan peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa disampaikan.

Kesadaran diri atas perbuatan yang telah dilakukan diharapkan dapat tumbuh.

Perubahan sikap menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat diharapkan dapat terwujud.

Diharapkan Memberi Dampak Positif

Melalui kegiatan tersebut, perbaikan diri para tahanan diharapkan dapat terjadi.

Peningkatan keimanan serta semangat menjalani kehidupan yang lebih baik ditekankan.

Pembinaan rohani dinilai sebagai bagian penting dalam proses pembentukan karakter selama masa penahanan.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *