Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf membuka puncak kegiatan PINISI 24 di Gedung Pinisi, Rabu (6/5/2026). Stand Dekranasda Bulukumba menjadi salah satu pusat perhatian dengan demo membatik dan anyaman lontar Sapobatu karya pengrajin lokal.Mediaraya.id – Riuh tepuk tangan memenuhi Lantai 4 Gedung Pinisi saat Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, resmi membuka puncak kegiatan PINISI 24 (Pameran Inovasi dan Aktualisasi) CPNS Formasi 2024, Rabu, 6 Mei 2026.
Di tengah deretan inovasi pelayanan publik yang dipamerkan, satu sudut ruangan justru paling ramai dikerumuni pengunjung: stand Dekranasda Bulukumba.
Di lokasi itu, aroma malam batik bercampur bunyi gesekan daun lontar yang dianyam menghadirkan suasana berbeda.
Para pengrajin memperlihatkan secara langsung proses membatik dan menganyam, membuat pengunjung tak sekadar melihat produk jadi, tetapi juga menyaksikan ketelatenan di balik karya kriya lokal Bulukumba.
Kegiatan ini dihadiri Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng, Wakil Ketua I DPRD Fahidin HDK, Wakil Ketua II DPRD Syahruni Haris, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Stand Dekranasda Jadi Daya Tarik Utama
Di antara 101 inovasi pelayanan publik hasil aktualisasi CPNS, stand Dekranasda menjadi magnet tersendiri.
Pengunjung terlihat antusias menyaksikan proses membatik motif khas Batik Mawar hingga teknik menganyam daun lontar Sapobatu yang telah dikenal luas hingga tingkat nasional.
Bukan hanya memamerkan produk, para pengrajin juga memperlihatkan proses panjang di balik setiap karya.
Tangan-tangan terampil itu bekerja dengan penuh ketelitian, menunjukkan bahwa setiap motif dan anyaman memiliki nilai seni sekaligus nilai ekonomi yang tinggi.
Suasana ini memberi pengalaman berbeda bagi para pengunjung, terutama kalangan aparatur muda.
Mereka tidak hanya melihat inovasi birokrasi berbasis teknologi atau pelayanan publik, tetapi juga menyaksikan bagaimana budaya lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Inovasi Birokrasi Dan Ekonomi Kreatif Disatukan
Ketua Dekranasda Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, menegaskan bahwa kehadiran stand Dekranasda dalam ajang PINISI 24 merupakan bagian dari strategi memperkenalkan kriya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kehadiran Dekranasda dalam ajang PINISI 24 ini adalah upaya kami untuk terus memperkenalkan potensi kriya lokal kepada masyarakat luas, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi di birokrasi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menurutnya, demonstrasi membatik dan menganyam sengaja dihadirkan agar masyarakat memahami proses dan dedikasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk unggulan seperti Batik Mawar dan anyaman lontar Sapobatu.
“Melalui demonstrasi membatik dan menganyam secara langsung, kita ingin pengunjung melihat nilai seni dan dedikasi di balik setiap produk unggulan kita,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa inovasi tidak selalu hadir dalam bentuk digitalisasi atau sistem pelayanan modern.
Di Bulukumba, inovasi juga tumbuh dari pelestarian budaya yang dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Bupati Bulukumba Apresiasi Kreativitas CPNS
Bupati Bulukumba yang akrab disapa Andi Utta turut mengapresiasi sinergi antara inovasi CPNS dan penguatan ekonomi kreatif lokal.
Menurutnya, aparatur muda harus mampu menghadirkan solusi nyata yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ia menilai, inovasi pelayanan publik tidak boleh berhenti pada administrasi semata.
Lebih dari itu, inovasi harus mampu mendorong pertumbuhan sektor lain, termasuk UMKM dan produk kriya lokal yang menjadi identitas daerah.
Ajang PINISI 24 sendiri menjadi ruang aktualisasi bagi para CPNS untuk menunjukkan gagasan dan terobosan di unit kerja masing-masing.
Sebanyak 101 inovasi pelayanan publik dipamerkan sebagai bentuk komitmen menghadirkan birokrasi yang adaptif, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
PINISI 24 Jadi Awal Budaya Kerja Baru
PINISI 24 tidak hanya menjadi pameran seremonial tahunan.
Kegiatan ini dinilai sebagai langkah awal membangun budaya kerja baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulukumba.
Kolaborasi antara inovasi birokrasi dan pemberdayaan ekonomi lokal menunjukkan bahwa pelayanan publik dapat berjalan seiring dengan penguatan identitas budaya daerah.
Dari ruang pameran itu, muncul pesan kuat bahwa masa depan Bulukumba tidak hanya dibangun lewat sistem pemerintahan yang modern, tetapi juga lewat keberanian menjaga dan mempromosikan warisan lokal.
Ke depan, inovasi yang lahir dari para CPNS diharapkan mampu diterapkan secara nyata dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Sementara produk kriya lokal seperti Batik Mawar dan anyaman lontar Sapobatu diharapkan semakin dikenal luas hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.***
Tidak ada komentar