Suasana meriah Gebyar PAUD Bulukumba 2026 di Lantai 4 Gedung Ammatoa, saat ratusan anak dari 10 kecamatan unjuk bakat dalam ajang kreativitas dan pembentukan karakter sejak dini.Mediaraya.id – Riuh tepuk tangan dan tawa anak-anak pecah di Lantai 4 Gedung Ammatoa, Senin (4/5/2026), saat Gebyar PAUD Bulukumba 2026 resmi digelar.
Sebanyak 120 peserta dari 10 kecamatan tampil percaya diri dalam ajang yang menjadi panggung ekspresi, kreativitas, sekaligus seleksi menuju tingkat provinsi.
Semarak Gebyar PAUD Bulukumba 2026
Panggung dipenuhi warna cerah. Balon-balon menghiasi sudut ruangan, sementara backdrop bertuliskan “Gebyar PAUD 2026 Kabupaten Bulukumba” menjadi latar kebahagiaan anak-anak yang tampil tanpa ragu.
Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Pokja Bunda PAUD ini tak sekadar lomba.
Ada pameran karya siswa hingga market day yang menyajikan jajanan sehat hasil kreasi anak-anak.
Suasana terasa hangat. Orang tua, guru, hingga pendamping tampak larut dalam kebanggaan saat anak-anak menunjukkan bakat terbaik mereka.
Ajang Kreativitas Dan Pembentukan Karakter
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andi Buyung Saputra, menegaskan bahwa Gebyar PAUD Bulukumba 2026 merupakan bagian dari program strategis Bunda PAUD.
“Tujuannya memberikan apresiasi kepada anak-anak berprestasi, mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri sejak dini, serta mempererat silaturahmi antar lembaga PAUD,” ujarnya.
Berbagai lomba digelar, mulai dari gerak dan lagu, dai cilik, doa harian, hafalan surah pendek, hingga lomba mewarnai.
Setiap anak tampil dengan karakter unik, mencerminkan proses pembelajaran yang menyenangkan.
Bunda PAUD Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menyebut kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang juga menjadi ajang penjaringan bakat.
“Melalui kegiatan ini akan lahir anak-anak terbaik yang siap berkompetisi di tingkat provinsi,” ungkapnya.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Layanan PAUD
Dalam pelaksanaannya, Gebyar PAUD Bulukumba 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Tidak hanya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan turut berperan dalam mendukung kebutuhan dasar anak.
Saat ini, terdapat 436 lembaga PAUD yang tersebar di 10 kecamatan di Bulukumba.
Pembinaan dan monitoring terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Pendekatan yang diterapkan pun semakin komprehensif, mencakup aspek kesehatan, gizi, hingga stimulasi perkembangan anak secara menyeluruh.
Bupati: PAUD Fondasi Generasi Emas
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan penekanan kuat pada pentingnya pendidikan anak usia dini dalam membentuk masa depan daerah.
“Pendidikan anak usia dini merupakan tahap paling krusial karena menjadi fondasi pembentukan karakter, kecerdasan, dan kepribadian anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa usia dini adalah golden age yang membutuhkan stimulasi optimal melalui pendekatan pendidikan holistik dan integratif.
Tak hanya soal kecerdasan, ia juga menyoroti pentingnya nilai etika.
“Percuma seseorang memiliki kecerdasan tinggi jika tidak dibarengi dengan adab dan etika yang baik,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Andi Utta itu juga mengingatkan enam fondasi perkembangan anak, mulai dari nilai agama, sosial, emosional, hingga kemampuan kognitif dan motorik.
Ruang Baru Untuk Ekspresi Anak
Menariknya, Gebyar PAUD Bulukumba 2026 menjadi kegiatan perdana yang digelar di Lantai 4 Gedung Ammatoa sejak rampung dibangun.
Ruang ini dirancang sebagai pusat kegiatan seni, budaya, dan sosial kemasyarakatan.
Kini, anak-anak menjadi yang pertama merasakan atmosfer ruang publik baru tersebut.
Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol komitmen daerah dalam menyediakan ruang tumbuh bagi generasi masa depan.
Investasi Masa Depan Bulukumba
Gebyar PAUD Bulukumba 2026 tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menegaskan arah pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Di tengah tawa dan langkah kecil anak-anak di atas panggung, tersimpan harapan besar.
Mereka adalah calon generasi emas yang kelak menentukan wajah Bulukumba.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan semakin inklusif dan menjangkau lebih banyak anak, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan.***
Tidak ada komentar