SPPG Ujung Bulu Loka #002 resmi beroperasi di Bulukumba, Senin (4/5/2026), menyerap puluhan tenaga kerja lokal dan menghadirkan layanan pemenuhan gizi bagi ribuan warga.Mediaraya.id – Aroma masakan hangat langsung menyambut siapa pun yang melintas di Jalan Nenas, Kelurahan Loka, Senin (4/5/2026).
Di tengah hiruk-pikuk kendaraan, SPPG Ujung Bulu resmi beroperasi, membuka akses gizi sekaligus lapangan kerja baru bagi warga di Kabupaten Bulukumba.
Awal Baru Layanan Gizi Di Ujung Bulu
Peresmian SPPG Ujung Bulu Loka #002 di bawah Yayasan Gizitama Sehati Harmonis bukan sekadar seremoni.
Di balik bangunan yang kini aktif melayani, ada harapan baru yang mulai tumbuh di tengah masyarakat.
Unit ini dirancang sebagai pusat pemenuhan gizi berbasis komunitas.
Dengan kapasitas layanan yang terus berkembang, sekitar 2.000 warga diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung.
Suasana peresmian terasa hangat. Warga berdatangan, sebagian penasaran, sebagian lagi sudah menaruh harapan pada perubahan yang akan dibawa.
Lapangan Kerja Baru, Nafas Ekonomi Warga
Keberadaan SPPG Ujung Bulu juga berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan.
Hingga saat ini, sebanyak 47 warga lokal telah direkrut untuk mengelola operasional dapur dan distribusi layanan.
Ini bukan angka kecil bagi kawasan tersebut.
Setiap pekerja membawa cerita tentang kebutuhan keluarga, tentang harapan yang kembali hidup.
Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, yang hadir langsung meninjau lokasi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Syahwan yang telah membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Saya berpesan agar pengusaha seperti beliau terus konsisten berbagi sedekah dan menyalurkan kepedulian bagi warga kurang mampu,” ujarnya.
Pernyataan itu disambut tepuk tangan. Bagi sebagian warga, ini bukan sekadar sambutan, tetapi pengakuan atas perubahan nyata yang mulai mereka rasakan.
Rantai Pasok Lokal Jadi Kunci Keberlanjutan
Yang membedakan SPPG Ujung Bulu dari program serupa adalah pendekatannya pada ekonomi lokal.
Inisiator yayasan, Syahwan Maarif, menegaskan komitmen mereka untuk memberdayakan sumber daya setempat.
“Kami melibatkan petani lokal, peternak, hingga pelaku UMKM. Bahan baku kami ambil dari tanah sendiri,” ungkapnya.
Strategi ini menciptakan efek berantai. Petani mendapatkan kepastian pasar, pelaku usaha kecil memperoleh peluang baru, dan masyarakat menikmati makanan bergizi dari bahan segar.
Dari dapur sederhana ini, roda ekonomi berputar lebih cepat.
Tidak hanya memberi makan, tetapi juga menghidupkan.
Harapan Baru Menekan Stunting Di Bulukumba
Kehadiran SPPG Ujung Bulu menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting di daerah.
Program ini menggabungkan dua pendekatan sekaligus: pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi.
Model seperti ini dinilai lebih berkelanjutan.
Tidak hanya memberi bantuan sesaat, tetapi membangun sistem yang bisa bertahan dalam jangka panjang.
Di sisi lain, konsistensi menjadi kunci. Program ini diharapkan tidak berhenti pada peresmian, tetapi terus berkembang dan menjangkau lebih banyak warga.
Dari Dapur Kecil Ke Harapan Besar
Bagi warga Kelurahan Loka, hari itu bukan sekadar peresmian fasilitas baru.
Ini adalah titik awal perubahan di mana dapur tidak hanya memasak makanan, tetapi juga harapan.
Ke depan, SPPG Ujung Bulu berpotensi menjadi model bagi wilayah lain di Sulawesi Selatan.
Jika dijaga dengan baik, program ini bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi sehat sekaligus ekonomi lokal yang mandiri.***
Tidak ada komentar