Kontingen Tapak Suci Putra Muhammadiyah sukses mengharumkan nama daerah setelah meraih 19 emas, 13 perak, dan 10 perunggu pada Celebes Silat Championship 2026 di Makassar.Mediaraya.id – Sorak sorai memenuhi arena GOR Sudiang ketika para pesilat muda dari Tapak Suci Putra Muhammadiyah naik podium satu per satu.
Dalam ajang bergengsi Celebes Silat Championship 2026 yang berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Makassar, kontingen Tapak Suci Bulukumba sukses mengukir prestasi besar dengan membawa pulang 42 medali sekaligus menyabet predikat Juara Umum 2 kategori usia dini dan Juara Umum 3 Grand Champion.
Kejuaraan pencak silat tingkat nasional itu diikuti sekitar seribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Persaingan berlangsung ketat sejak hari pertama, mulai dari kategori usia dini hingga dewasa.
Namun di tengah atmosfer kompetisi yang panas, para atlet muda Bulukumba tampil percaya diri dan konsisten hingga mampu mencuri perhatian publik.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi perkembangan olahraga pencak silat di Bulukumba.
Dari total 42 medali yang diraih, Tapak Suci Bulukumba mengoleksi 19 medali emas, 13 perak, dan 10 perunggu.
Dominasi Atlet Muda Bulukumba Di Arena Nasional
Kekuatan terbesar Tapak Suci Bulukumba terlihat pada kategori usia dini dan pra remaja.
Di kategori usia dini, mereka berhasil mengumpulkan 8 emas, 9 perak, dan 3 perunggu. Sementara kategori pra remaja menyumbang 8 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.
Penampilan para atlet muda itu menunjukkan pembinaan yang berjalan serius dan terstruktur.
Mereka tidak hanya tampil agresif di nomor tanding, tetapi juga memukau di kategori seni yang membutuhkan konsentrasi dan ketepatan gerakan.
Pada kategori remaja, Tapak Suci Bulukumba menambah 3 medali perak dan 3 perunggu.
Sedangkan di kategori dewasa, para atlet berhasil menyumbang 1 emas dan 3 perunggu.
Beberapa nama yang tampil menonjol di antaranya Andi Hafisa, Anindita, Muh. Hafidz, Khalilah, Azam Rasik, Sitti Sahrah Firdaus, Aila Syalfa Ramadhani, Andi Aidan, Ahmad Khaeran, hingga Muh Fahri.
Mereka menjadi wajah baru pencak silat Bulukumba yang mulai diperhitungkan di level nasional.
Perjuangan Di Balik Raihan 42 Medali
Di balik kemenangan itu, ada latihan panjang dan disiplin ketat yang dijalani para atlet selama berbulan-bulan.
Banyak dari mereka masih duduk di bangku sekolah, namun tetap mampu membagi waktu antara pendidikan dan latihan rutin.
Manager tim Tapak Suci Bulukumba, Diana Sosianti, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil yang diraih anak-anak. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin latihan, dan semangat juang seluruh atlet serta dukungan banyak pihak,” ujarnya.
Menurut Diana, dukungan orang tua, pelatih, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi para atlet muda.
Ia juga mengapresiasi bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba, khususnya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta Puskesmas Caile selama pelaksanaan kejuaraan.
Di sisi lain, para pelatih seperti Jusran Rais, Andi Mutachir, Filda, Puteri, dan Nur Alim dinilai berhasil membangun mental tanding atlet agar tetap tenang di tengah tekanan kompetisi nasional.
Bukti Potensi Besar Generasi Muda Bulukumba
Capaian Tapak Suci Bulukumba di Celebes Silat Championship 2026 menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini memiliki potensi besar di cabang olahraga bela diri pencak silat.
Prestasi tersebut juga memperlihatkan bahwa pembinaan usia muda mulai menunjukkan hasil nyata.
Tak sedikit penonton yang memberikan apresiasi ketika atlet-atlet Bulukumba naik podium membawa bendera kemenangan.
Suasana haru bahkan terlihat saat beberapa atlet muda menangis usai memastikan medali emas.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.
Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional.
Ke depan, Tapak Suci Bulukumba diproyeksikan terus menjadi salah satu kekuatan pencak silat Sulawesi Selatan.
Dengan regenerasi atlet yang mulai terbentuk dan dukungan pembinaan yang konsisten, peluang untuk meraih prestasi lebih tinggi di tingkat nasional bahkan internasional semakin terbuka.***
Tidak ada komentar