Awal Ramadan 2026 Diprediksi 19 Februari, Sejumlah Negara Sudah Menetapkan

3 menit membaca View : 306
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 15 Feb 2026

Mediaraya.id – Awal Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada 19 Februari, berdasarkan perhitungan astronomi dan hasil pengamatan hilal di sejumlah negara.

Awal Ramadan 2026 menjadi perhatian umat Muslim dunia karena perbedaan metode penentuan bulan Hijriah.

Awal Ramadan 2026 tetap menunggu penetapan resmi otoritas keagamaan di masing-masing negara.

Secara astronomi, pemantauan hilal dijadwalkan dilakukan pada Selasa, 17 Februari.

Dalam perhitungan falak, posisi bulan berada di bawah batas visibilitas.

Bulan tercatat terbenam lebih dahulu dibanding matahari.

Jarak sudut matahari dan bulan berada di bawah batas Danjon.

Fenomena gerhana matahari cincin turut tercatat pada hari yang sama.

Berdasarkan kondisi tersebut, awal puasa Ramadan diperkirakan dimulai Kamis, 19 Februari, setelah bulan Syaban digenapkan menjadi 30 hari.

Perbedaan tanggal awal Ramadan tetap berpotensi terjadi di beberapa wilayah, sesuai metode rukyat dan hisab yang dianut.

Faktor Astronomi Penentu Awal Ramadan

Penentuan awal Ramadan dilakukan melalui beberapa pendekatan yang diakui secara keagamaan.

Metode yang digunakan meliputi rukyatul hilal lokal, rukyatul hilal global, serta perhitungan astronomi.

Kalender Islam berbasis lunar menjadi dasar utama penetapan awal bulan.

Sejumlah Negara Tetapkan 19 Februari

Mengutip Gulf News, Ramadan 2026 di Uni Emirat Arab diperkirakan dimulai Kamis, 19 Februari.

Prediksi tersebut disampaikan oleh Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal Dubai.

Penetapan final tetap menunggu hasil rukyat resmi.

Oman ditetapkan sebagai negara pertama di kawasan GCC yang mengumumkan awal Ramadan 19 Februari.

Komite pemantau bulan Hijriah menyatakan Rabu, 18 Februari, sebagai hari terakhir Syaban setelah hilal dinyatakan tidak mungkin terlihat.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

Turki mengumumkan awal Ramadan pada Kamis, 19 Februari, melalui Presidensi Urusan Agama Turki.

Pernyataan resmi menyebut hilal tidak dapat terlihat pada 17 Februari di dunia Islam maupun kawasan Amerika.

Singapura memastikan tanggal yang sama melalui Majlis Ugama Islam Singapura.

Penetapan dilakukan berdasarkan perhitungan astronomi dengan kriteria visibilitas lokal.

Australia menetapkan 19 Februari sebagai awal Ramadan 1447 H melalui keputusan Dewan Fatwa Australia.

Mufti Besar Australia, Dr Ibrahim Abu Mohamad, menyatakan, “Bulan baru muncul setelah matahari terbenam pada 17 Februari di Sydney dan Perth, sehingga mustahil Ramadan dimulai malam itu.”

Malam pertama Ramadan dan salat Tarawih dijadwalkan berlangsung Rabu, 18 Februari, setelah Isya.

Seruan persatuan umat turut disampaikan. Doa bagi perdamaian dan keamanan dunia, khususnya di Gaza, disampaikan kepada umat Muslim.

Di Pakistan, Departemen Meteorologi setempat menyebut bulan baru lahir pada 17 Februari pukul 17.01 waktu lokal.

Kemungkinan visibilitas hilal pada 18 Februari masih dikaji.

Keputusan resmi menunggu pengumuman otoritas keagamaan.

Persiapan Menyambut Bulan Suci

Menjelang Ramadan, persiapan spiritual dianjurkan dilakukan melalui peneguhan niat dan perencanaan ibadah.

Penyesuaian rutinitas kerja dan waktu keluarga mulai disiapkan.

Perencanaan pembayaran zakat dan zakat fitrah melalui lembaga terpercaya dianjurkan guna mendukung kelancaran ibadah sosial.

Ramadan diharapkan dapat dijalani secara khusyuk dan bermakna.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *