Tim gabungan Resmob Polres Bulukumba dan Polsek Ujung Bulu berhasil mengamankan terduga pelaku penganiayaan maut berinisial AH (25) bersama barang bukti badik, usai insiden penikaman yang menewaskan HH (49) di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bulukumba, Senin (27/4/2026).Mediaraya.id – Bulukumba kembali diguncang kasus penganiayaan maut.
Seorang pria berinisial HH (49), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir, tewas usai mengalami penikaman di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Senin (27/4/2026) siang.
Korban mengalami luka serius pada bagian perut hingga usus keluar, serta luka robek di kedua paha.
Meski sempat dilarikan warga ke RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, nyawanya tidak tertolong dan korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Tak butuh waktu lama, tim gabungan Resmob Polres Bulukumba bersama personel Polsek Ujung Bulu berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial AH (25), sekitar dua jam setelah kejadian.
Penangkapan itu dipimpin langsung Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Adri Purwanto, didampingi Dantim Resmob Polres Bulukumba AIPTU Muhammad Usman.
Kronologi Penganiayaan Maut Di Ujung Bulu
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid, menjelaskan bahwa peristiwa berdarah itu bermula ketika AH mendatangi sebuah rumah kost untuk menemui mantan istrinya, NI, yang merupakan anak kandung korban.
Tujuannya sederhana, namun suasana berubah panas.
Di lokasi, terjadi cekcok antara AH dan NI. Perselisihan dipicu oleh rencana NI yang disebut akan menikah kembali.
Situasi makin memanas saat korban HH datang ke lokasi.
Sebagai ayah dari NI, korban ikut terlibat dalam pertengkaran dengan AH.
“Korban sempat mengambil parang dan mengancam terduga pelaku,” ujar AKP Andi Imran Hamid.
Dalam ketegangan itu, AH kemudian pergi mengambil badik miliknya.
Saat kembali ke lokasi, korban disebut masih melakukan penyerangan menggunakan parang hingga mengenai betis kiri terduga pelaku.
Dalam kondisi saling berhadapan, AH lalu mencabut badik dan menikam korban.
Luka Parah Di Perut Dan Kedua Paha
Penikaman terjadi secara brutal. Korban terkena tusukan di bagian perut sebelah kiri, serta masing-masing satu luka di paha kiri dan paha kanan.
“Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka serius, yakni luka terbuka pada bagian perut hingga menyebabkan usus keluar, serta luka robek pada paha kiri dan kanan,” jelas AKP Andi Imran Hamid.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.
Namun perjalanan menuju RSUD Sultan Daeng Radja menjadi perjalanan terakhir bagi HH.
Korban meninggal dunia sebelum sempat mendapat penanganan medis intensif.
Suasana duka pun menyelimuti keluarga korban di Dusun Ulutedong, Desa Garanta, Kecamatan Ujung Loe.
Polisi Tangkap Pelaku Dan Sita Badik
Usai kejadian, AH melarikan diri ke kampung halamannya di Dusun Ulutedong.
Berdasarkan laporan masyarakat, tim gabungan bergerak cepat melakukan pengejaran.
Sekitar pukul 15.30 Wita, atau dua jam pasca penikaman, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Polisi juga melakukan pengembangan dan menemukan barang bukti berupa satu bilah badik beserta warangkanya yang sebelumnya disembunyikan pelaku di salah satu rumah sekitar tempat tinggalnya.
“Dari hasil interogasi, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Ia menyebut melakukan penikaman setelah sebelumnya diancam oleh korban menggunakan parang,” ungkap AKP Andi Imran Hamid.
“Terduga pelaku juga mengaku menikam korban pada bagian perut serta paha kiri dan kanan masing-masing satu kali,” tambahnya.
Kini AH beserta barang bukti telah diamankan di Polres Bulukumba untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Polisi Imbau Keluarga Korban Tetap Tenang
Kasus penganiayaan maut di Bulukumba ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian karena melibatkan konflik keluarga yang berujung tragis.
Polisi meminta masyarakat, khususnya keluarga korban, agar tetap menjaga situasi keamanan dan tidak terpancing emosi.
“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga korban untuk tetap menjaga situasi kamtibmas serta menyerahkan penanganan perkara kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tutup AKP Andi Imran Hamid.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.
Di balik kasus hukum, ada keluarga yang kehilangan ayah, ada luka yang akan sulit dipulihkan.***
Tidak ada komentar