Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba menggelar Bimtek Strategi Pengelolaan Perpustakaan Berbasis TIK yang diikuti perwakilan desa, kelurahan, dan pengelola taman baca untuk memperkuat literasi digital di daerah, Selasa (28/4/2026).Mediaraya.id – Suasana Aula Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba, Selasa (28/4/2026), terasa lebih hidup dari biasanya.
Puluhan pengelola perpustakaan dari desa, kelurahan, hingga taman baca berkumpul, membawa harapan yang sama: menjadikan perpustakaan lebih relevan di tengah derasnya arus digital.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pengelolaan Perpustakaan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (SPP TIK) sebagai langkah nyata memperkuat literasi digital di daerah.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 25 perwakilan kelurahan dan desa serta 5 pengelola taman baca masyarakat.
Bimtek ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan perpustakaan di tingkat akar rumput, agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat modern.
Perpustakaan Tak Lagi Sekedar Gudang Buku
Kepala Bidang Perpustakaan, Syahriana Said, menegaskan bahwa wajah perpustakaan saat ini telah berubah secara signifikan.
“Perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku, tetapi telah berkembang menjadi pusat kegiatan literasi masyarakat. Kelurahan dan desa menjadi ujung tombak dalam penguatan budaya baca,” ujarnya dalam laporan kegiatan.
Pernyataan itu menggambarkan perubahan besar dalam cara masyarakat memandang perpustakaan.
Kini, ruang baca tidak hanya identik dengan rak-rak buku, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama, pusat informasi, hingga tempat tumbuhnya komunitas literasi.
Menurut Syahriana, tujuan utama Bimtek ini adalah meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan para pengelola perpustakaan agar mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif.
Dengan demikian, perpustakaan desa dan kelurahan tidak tertinggal dalam transformasi digital yang terus bergerak cepat.
Tantangan Literasi Di Era Serba Digital
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba, Feryawan Z Fahmi, menyoroti tantangan besar yang dihadapi perpustakaan saat ini.
Ia menyebut, perkembangan teknologi membuat masyarakat kini bisa mengakses berbagai bahan bacaan langsung dari rumah melalui perangkat digital.
Kondisi ini membuat perpustakaan harus berbenah agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Ke depan, kita berharap referensi buku terus diperbarui dan layanan perpustakaan semakin inovatif agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa perpustakaan tidak boleh hanya bertahan, tetapi harus bertransformasi.
Layanan berbasis digital, koleksi yang diperbarui, hingga pendekatan yang lebih ramah pengguna menjadi kunci agar budaya baca tetap tumbuh, terutama di kalangan generasi muda.
Feryawan juga berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dari Bimtek ini dan menerapkannya di wilayah masing-masing, sehingga manfaatnya tidak berhenti di ruang pelatihan saja.
MoU Dan Sinergi Untuk Literasi Daerah
Selain sesi materi, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Nasaruddin yang membawakan materi tentang strategi pengelolaan perpustakaan berbasis TIK.
Turut hadir pula pustakawan Ahli Madya daerah seperti Rismayani dan Armawati, bersama jajaran staf Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyelenggaraan perpustakaan antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Bulukumba dengan Pustaka Aksara.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret penguatan sinergi dalam pengembangan literasi daerah.
Kolaborasi semacam ini menjadi penting karena tantangan literasi tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja.
Dibutuhkan keterlibatan komunitas, lembaga pendidikan, hingga pihak swasta agar ekosistem literasi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Harapan Untuk Perpustakaan yang Lebih Inklusif
Bimtek Strategi Pengelolaan Perpustakaan Berbasis TIK ini bukan sekadar agenda seremonial.
Di baliknya, ada upaya serius untuk membangun perpustakaan yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini.
Di tengah perubahan pola baca masyarakat, perpustakaan desa dan kelurahan tetap memiliki peran vital sebagai ruang belajar yang paling dekat dengan warga.
Jika dikelola dengan inovatif dan berbasis teknologi, perpustakaan bisa menjadi pusat perubahan sosial yang nyata.***
Tidak ada komentar