SD 24 Salemba menyambut positif kebijakan pemerintah yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD secara bertahap mulai tahun ajaran 2027/2028 sebagai upaya memperkuat literasi global siswa sejak dini.Mediaraya.id – Perubahan besar dalam sistem pendidikan dasar mulai terasa.
SD 24 Salemba menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat Sekolah Dasar secara bertahap mulai tahun ajaran 2027/2028.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 yang kemudian diperbarui melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kompetensi global siswa sejak usia dini di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi internasional.
Kepala SD 24 Salemba, Hafsa Said, mengatakan sekolah menyambut baik transformasi tersebut karena Bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan dasar dalam dunia pendidikan modern.
“Bahasa Inggris saat ini menjadi kebutuhan penting di era globalisasi dan perkembangan teknologi. Dengan dijadikannya Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib, kami berharap siswa memiliki bekal komunikasi internasional yang lebih baik sejak tingkat sekolah dasar,” ujarnya dalam press release, Selasa (12/5/2026).
SD 24 Salemba Mulai Siapkan Adaptasi Kurikulum
Di lingkungan sekolah, kabar perubahan status Bahasa Inggris itu tidak sekadar dipandang sebagai perubahan administratif kurikulum.
Pihak sekolah mulai memetakan kebutuhan tenaga pengajar, metode belajar, hingga kesiapan bahan ajar yang lebih relevan dengan karakter siswa sekolah dasar.
Hafsa menyebut implementasi kebijakan ini membutuhkan penyesuaian menyeluruh agar proses belajar nantinya tidak membebani siswa maupun guru.
Karena itu, sekolah berkomitmen meningkatkan kompetensi pendidik secara bertahap.
Menurutnya, guru harus mampu menghadirkan suasana belajar Bahasa Inggris yang menyenangkan, komunikatif, dan tidak monoton. Pendekatan kreatif dianggap penting agar siswa lebih cepat beradaptasi dengan materi baru.
“Kami siap mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui peningkatan kompetensi guru, penyediaan bahan ajar, serta penguatan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan bagi siswa,” katanya.
Bahasa Inggris Dinilai Penting Untuk Literasi Global
Perubahan Bahasa Inggris menjadi mapel wajib di SD juga dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan literasi global generasi muda Indonesia.
Di era digital saat ini, akses terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, hingga informasi internasional sebagian besar menggunakan Bahasa Inggris.
Kondisi tersebut membuat kemampuan berbahasa asing tak lagi dianggap sebagai keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan dasar pendidikan modern.
Di SD 24 Salemba, kebijakan ini dipandang bukan hanya soal kemampuan berbicara atau memahami kosakata asing.
Lebih jauh, siswa diharapkan memiliki wawasan lebih luas terhadap perkembangan dunia, budaya global, hingga kemajuan teknologi.
Transformasi pembelajaran ini juga diyakini dapat membantu siswa lebih percaya diri menghadapi tantangan pendidikan di jenjang berikutnya.
Terlebih, penggunaan Bahasa Inggris kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak melalui internet, media sosial, dan perangkat digital.
Pemerintah Terapkan Secara Bertahap Hingga 2027
Pemerintah sendiri memilih menerapkan kebijakan ini secara bertahap agar sekolah memiliki waktu mempersiapkan diri.
Masa transisi dianggap penting untuk memastikan kesiapan kurikulum, tenaga pendidik, serta sarana pembelajaran di berbagai daerah.
Pendekatan bertahap itu juga memberi ruang evaluasi sebelum implementasi penuh dilakukan pada tahun ajaran 2027/2028.
Sejumlah sekolah dasar di berbagai daerah mulai melakukan penyesuaian awal, termasuk memperkuat kapasitas guru Bahasa Inggris dan memperbarui metode pembelajaran berbasis interaktif.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Bagi SD 24 Salemba, kebijakan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar sekaligus membuka peluang lebih besar bagi siswa agar mampu bersaing di tingkat global sejak dini.
Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya pada penerapan aturan baru, tetapi bagaimana sekolah mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang ramah anak, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.***
Tidak ada komentar