
Mediaraya.id – Puluhan sopir truk yang melintas di Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, tiba-tiba dihentikan petugas pada Selasa (5/5). Bukan untuk ditilang, melainkan diedukasi langsung oleh Satlantas Bulukumba tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan ini dipimpin Kepala Unit Kamseltibcarlantas Satlantas Polres Bulukumba, Ipda Nuraeni, S.H. Edukasi dilakukan di titik rawan aktivitas kendaraan berat, menyasar pengemudi truk yang kerap berisiko tinggi dalam pelanggaran lalu lintas.
Polantas Menyapa, Edukasi Humanis Di Jalan Raya
Dalam suasana siang yang cukup padat, pendekatan humanis tampak menjadi kunci. Petugas tidak sekadar memberi imbauan, tetapi juga berdialog langsung dengan para sopir.
“Hari ini giat Polantas mappatabe atau menyapa dengan melakukan imbauan penyuluhan Kamseltibcarlantas kepada sopir mobil truk,” ujar Ipda Nuraeni.
Program “Polantas Menyapa” ini menjadi salah satu strategi Satlantas Bulukumba untuk membangun kesadaran dari sisi kemanusiaan, bukan sekadar penegakan hukum.
Beberapa sopir terlihat mengangguk memahami, bahkan ada yang mengaku baru menyadari risiko penggunaan ponsel saat berkendara. Interaksi sederhana ini menjadi pengalaman langsung yang membekas di lapangan.
Soroti Penggunaan HP Dan Parkir Sembarangan
Dalam edukasi tersebut, petugas menyoroti kebiasaan berbahaya yang masih sering dilakukan sopir, terutama penggunaan telepon genggam saat mengemudi.
“Kita edukasi dan imbau para sopir truk agar pada saat membawa kendaraan tidak menggunakan handphone demi keselamatan berlalu lintas,” jelas Ipda Nuraeni.
Tak hanya itu, Satlantas Bulukumba juga mengingatkan soal parkir di badan jalan yang berpotensi memicu kemacetan dan kecelakaan.
Fenomena ini masih kerap ditemui di sejumlah ruas jalan di Bulukumba, terutama di kawasan padat aktivitas ekonomi. Edukasi langsung diharapkan mampu mengubah kebiasaan tersebut secara perlahan.
Dorong Kesadaran Kolektif Tertib Berlalu Lintas
Selain sopir truk, imbauan juga ditujukan kepada seluruh pengguna jalan. Petugas mengingatkan pentingnya menggunakan helm, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kelengkapan kendaraan.
“Kami memberikan arahan untuk mematuhi peraturan rambu-rambu lalu lintas, kelengkapan kendaraan, tidak memakai knalpot brong, serta selalu memeriksa kelengkapan diri saat berkendara,” kata Ipda Nuraeni.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Satlantas Bulukumba dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran jangka panjang.
Lebih dari Sekadar Imbauan
Di balik kegiatan ini, ada pesan yang lebih dalam: keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga kolektif. Setiap pelanggaran kecil bisa berdampak besar, tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
“Kami berharap dengan berlangsungnya kegiatan Polantas mappatabe ini, masyarakat benar-benar menyadari betapa pentingnya taat berlalu lintas untuk keselamatan pribadi dan keselamatan orang lain,” tutup Ipda Nuraeni.
Upaya edukasi seperti ini diperkirakan akan terus digencarkan, terutama di titik-titik rawan pelanggaran. Ke depan, pendekatan humanis dipadukan dengan penegakan hukum diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di Bulukumba.***
Tidak ada komentar