Ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, berdialog langsung dengan warga saat reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Dusun Palipi, Desa Bulo-Bulo, Kecamatan Bulukumpa. Warga menyampaikan sejumlah aspirasi mulai dari kebutuhan air bersih, irigasi persawahan hingga bantuan alat pertanian.Mediaraya.id – Hujan yang sempat mengguyur wilayah Kecamatan Bulukumpa tak menyurutkan antusiasme warga Dusun Palipi, Desa Bulo-Bulo, Jumat (22/5/2026).
Sejak siang, masyarakat berkumpul untuk menyampaikan langsung kebutuhan mereka kepada Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, dalam kegiatan reses Masa Sidang III Tahun 2026.
Reses yang digelar di daerah pemilihan (Dapil) III Bulukumpa–Rilau Ale itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyuarakan persoalan mendasar yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari irigasi persawahan hingga kebutuhan air bersih dan alat pertanian.
Dalam suasana yang hangat dan penuh dialog, Umy menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, melainkan bagian penting dari proses pembangunan daerah yang berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Reses adalah kesempatan kami untuk memastikan suara rakyat benar-benar terdengar dan diperjuangkan. Apa yang disampaikan masyarakat akan kami bawa ke forum resmi di DPRD dan kami dorong agar menjadi prioritas pemerintah daerah,” ujar Umy di hadapan warga.
Aspirasi Warga Bulukumpa Jadi Sorotan
Sejumlah warga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dianggap mendesak.
Salah satu isu utama yang muncul adalah kebutuhan bantuan irigasi untuk mendukung produktivitas lahan persawahan warga.
Masyarakat mengaku masih menghadapi kendala distribusi air, terutama saat musim kemarau mulai datang.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada hasil panen petani di wilayah Bulukumpa.
Selain irigasi, warga juga meminta perhatian terhadap penyediaan air bersih.
Beberapa titik permukiman disebut masih mengalami kesulitan akses air, terutama saat curah hujan rendah.
Tak hanya itu, bantuan alat perkebunan dan pertanian turut menjadi aspirasi utama.
Warga berharap adanya dukungan alat produksi agar aktivitas pertanian lebih efisien dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Reses Jadi Jembatan Aspirasi Dan Kebijakan
Di tengah dinamika pembangunan daerah, kegiatan reses menjadi sarana penting untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai, komunikasi langsung dengan warga memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan yang tidak selalu terlihat dalam laporan administratif.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal pembangunan agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan dasar warga.
Kehadiran pimpinan DPRD di tengah masyarakat pun disambut positif oleh warga Desa Bulo-Bulo.
Selain menyampaikan aspirasi, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai kondisi pertanian, infrastruktur desa, hingga kebutuhan pelayanan dasar.
Suasana reses berlangsung cair. Beberapa warga tampak bergantian menyampaikan keluhan dan harapan mereka, sementara Umy bersama tim mencatat poin-poin penting yang akan dibawa dalam pembahasan di DPRD Bulukumba.
Kedekatan Emosional Dengan Konstituen
Bagi masyarakat di daerah pemilihan, reses bukan hanya forum politik, tetapi juga ruang silaturahmi antara wakil rakyat dan warga.
Kedekatan emosional itu terlihat saat sejumlah warga berbincang langsung dengan Ketua DPRD Bulukumba mengenai persoalan yang mereka alami sehari-hari.
Mulai dari kebutuhan petani hingga harapan terhadap pembangunan yang lebih merata.
Pendekatan humanis seperti ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Di sisi lain, DPRD juga memperoleh gambaran lebih utuh tentang prioritas pembangunan di tingkat desa.
Dengan semakin terbukanya ruang komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat, warga berharap kebutuhan dasar seperti irigasi, air bersih, dan dukungan pertanian dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.***
Tidak ada komentar