Polemik bonus atlet juara Kejurnas ORADO Indonesia mulai menemui titik terang setelah Pengprov ORADO Sulsel memastikan hadiah pembinaan atlet akan dicukupkan menjadi Rp80 juta dalam sepekan.Mediaraya.id – Polemik pemangkasan bonus atlet juara Kejurnas 1 ORADO Indonesia akhirnya mulai menemukan titik terang.
Setelah menuai sorotan dari pelatih dan sejumlah pihak, Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO Sulawesi Selatan memastikan total hadiah pembinaan atlet akan dicukupkan menjadi Rp80 juta dalam waktu sepekan.
Kepastian itu disampaikan Sekretaris ORADO Bulukumba, Andi Saiful Ishak, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa para atlet yang berlaga di Kejurnas berada di bawah tanggung jawab penuh Pengprov ORADO Sulsel, termasuk urusan keberangkatan hingga hadiah pembinaan.
Di tengah polemik yang berkembang, Andi Saiful meminta seluruh pihak tetap menjaga soliditas organisasi dan tidak melupakan capaian para atlet yang telah mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
Polemik Bonus Atlet ORADO Jadi Sorotan
Persoalan bermula ketika pelatih atlet junior Pengcab ORADO Bulukumba, Andi Batara DM, menyoroti nominal bonus yang diterima atlet.
Dari total Rp80 juta yang sebelumnya diharapkan cair, baru Rp40 juta yang diterima atlet dan sisanya masih menunggu kepastian.
Kondisi itu memicu kekecewaan di internal pembinaan atlet.
Sebab, perjuangan para atlet menuju Kejurnas dinilai tidak mudah.
Mereka menjalani latihan intensif, pengorbanan waktu, hingga keterbatasan fasilitas demi membawa pulang prestasi untuk Sulawesi Selatan.
Namun di balik polemik tersebut, Pengprov ORADO Sulsel menyampaikan bahwa pembiayaan kontingen sepenuhnya ditanggung organisasi tingkat provinsi.
Mulai dari transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan atlet selama kejuaraan nasional berlangsung.
“Jadi hari ini kami sudah dihubungi oleh Pengprov ORADO Sulsel bahwa insya Allah uang pembinaan atau hadiah atlet Kejurnas akan dicukupkan menjadi Rp80 juta paling lambat satu minggu dari sekarang,” ujar Andi Saiful Ishak.
Pengprov Sulsel Akui Ada Penyesuaian Anggaran
Ketua Pengprov ORADO Sulsel, Firman Sulkadri, SH, membenarkan adanya penyesuaian anggaran hadiah atlet.
Menurut dia, total biaya keberangkatan kontingen Sulsel ke Kejurnas mencapai ratusan juta rupiah dan seluruhnya ditanggung oleh Pengprov.
Karena itu, pencairan hadiah atlet dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi keuangan organisasi.
“Insya Allah paling lambat satu minggu dari sekarang kami akan cukupkan hadiah atlet menjadi Rp80 juta yang sebelumnya kami telah transfer sebesar Rp40 juta,” kata Firman Sulkadri.
Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi atlet dan pelatih yang sebelumnya mempertanyakan kejelasan bonus pembinaan.
Apalagi, penghargaan terhadap atlet dinilai penting untuk menjaga motivasi dan semangat pembinaan olahraga di daerah.
ORADO Bulukumba Minta Organisasi Tetap Solid
Di tengah dinamika yang berkembang, Andi Saiful berharap polemik bonus atlet tidak berkembang menjadi konflik internal yang merusak hubungan antarpengurus maupun atlet.
Ia menilai prestasi atlet harus tetap menjadi fokus utama, bukan sekadar persoalan administrasi organisasi.
“Yang penting anak-anak sudah berprestasi, harumkan nama Sulsel. Urusan teknis organisasi mari kita bicarakan baik-baik di forum resmi,” ujarnya.
Andi Saiful juga mengapresiasi langkah Pengprov Sulsel yang bersedia menanggung penuh biaya keberangkatan atlet menuju Kejurnas ORADO Indonesia.
Menurutnya, tidak semua cabang olahraga memiliki kemampuan finansial untuk memberangkatkan kontingen secara penuh ke ajang nasional.
“Tidak semua cabang olahraga berani begitu. Ini harus kita hargai,” katanya.
Atlet Jadi Wajah Prestasi Daerah
Polemik bonus atlet ORADO Sulsel menjadi gambaran tantangan pembinaan olahraga di daerah.
Di satu sisi, atlet dituntut menghadirkan prestasi.
Namun di sisi lain, organisasi olahraga masih harus berjibaku dengan keterbatasan anggaran dan tata kelola pembinaan.
Meski demikian, capaian atlet ORADO Sulsel di Kejurnas tetap menjadi kebanggaan tersendiri.
Mereka bukan hanya membawa medali, tetapi juga menjaga nama baik daerah di level nasional.
Kini publik menanti realisasi janji pencairan penuh bonus Rp80 juta tersebut.
Jika terealisasi tepat waktu, langkah itu diyakini dapat meredam polemik sekaligus memulihkan kepercayaan atlet terhadap organisasi.
Lebih jauh, momentum ini juga menjadi pengingat bahwa pembinaan olahraga membutuhkan transparansi, komunikasi yang sehat, dan penghargaan yang layak terhadap perjuangan atlet di lapangan.***
Tidak ada komentar