Sebanyak 32 lapak usaha di Pantai Merpati Bulukumba akan dievaluasi untuk optimalisasi pemanfaatan aset dan peningkatan ekonomi lokal.Mediaraya.id – Evaluasi lapak Pantai Merpati Bulukumba dilakukan Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba terhadap 32 lapak usaha di kawasan wisata tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan aset daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
Kondisi lapak yang belum beroperasi secara maksimal dinilai dapat memengaruhi aktivitas ekonomi kawasan.
Lapak Pantai Merpati Bulukumba yang dibangun pada 2024 disebut belum memberikan kontribusi maksimal.
Sejumlah pedagang diketahui tidak aktif beroperasi.
Situasi tersebut dinilai berpotensi menghambat geliat usaha mikro serta menurunkan daya tarik kawasan wisata.
Evaluasi lapak Pantai Merpati Bulukumba juga difokuskan pada pemerataan aktivitas usaha.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Bulukumba, Andi Esfar Tenrisukki, menyampaikan bahwa seluruh lapak telah memiliki pemilik, namun tingkat aktivitas usaha belum merata.
“Secara administrasi semua lapak sudah ada pemiliknya, tetapi memang ada beberapa yang tidak aktif menjalankan usahanya,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Pedagang Tidak Aktif Jadi Sorotan
Berdasarkan laporan yang diterima dinas, ditemukan pedagang yang tidak membuka lapak hingga satu pekan tanpa alasan jelas.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berdampak pada produktivitas kawasan.
Peluang ekonomi bagi pelaku usaha lain dinilai ikut terhambat.
Pemerintah daerah menegaskan penataan ulang akan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh lapak dimanfaatkan secara optimal.
“Yang jelas akan ada evaluasi untuk memastikan lapak-lapak ini dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Dua Pedagang Diganti Pelaku Usaha Baru
Sebagai bagian dari penataan, dua pedagang dilaporkan telah mengundurkan diri.
Posisi keduanya langsung diisi oleh pelaku usaha baru yang dinilai lebih siap.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan wisata.
“Ada dua yang sudah mundur, dan telah kami gantikan dengan pedagang yang lebih siap,” pungkasnya.***
Tidak ada komentar