4 Dapur MBG Di Bulukumba Tutup, HIPMI Soroti Dampak Ekonomi

2 menit membaca View : 391
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 11 Mar 2026

Mediaraya.id – Penutupan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bulukumba disorot Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bulukumba, Ilham Ashari.

Kebijakan penutupan tersebut dinilai berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi serta penerima manfaat program.

Penutupan dapur MBG di Bulukumba disebut telah memengaruhi relawan yang bertugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penerima manfaat sekitar 3.000 siswa, serta pelaku usaha penyedia bahan baku dan pelaku usaha kecil yang terlibat dalam rantai pasok program tersebut.

Ketua HIPMI Bulukumba, Ilham Ashari, menyatakan bahwa langkah penutupan dapur bukan solusi terbaik karena sektor ekonomi lokal ikut terdampak.

“Ini kan sama halnya mematikan sektor ril pergerakan ekonomi di bulukumba,” kata Ilham Ashari, Rabu, 11 Maret 2026.

Relawan Dirumahkan Di Tengah Ramadan

Kondisi relawan disebut ikut terdampak setelah dapur MBG dihentikan operasionalnya.

Sebanyak 188 relawan dari empat dapur MBG harus dirumahkan sementara.

Situasi tersebut dinilai semakin berat karena terjadi pada bulan Ramadan.

Kebutuhan rumah tangga dinilai meningkat pada periode tersebut sehingga kehilangan pekerjaan menjadi persoalan tambahan bagi para relawan.

Advertisement

Harapan agar solusi segera ditemukan disampaikan kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN) serta Pemerintah Kabupaten Bulukumba agar aktivitas dapur dapat kembali berjalan.

Program MBG Dinilai Membantu Ekonomi Lokal

Program Makan Bergizi Gratis di Bulukumba disebut telah memberikan dampak bagi masyarakat sejak dilaksanakan.

Sebanyak 1.974 relawan disebut telah terserap dalam pelaksanaan program yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten.

Pergerakan ekonomi lokal juga dinilai ikut berkembang seiring hadirnya program tersebut.

Pelaku usaha kecil dan menengah disebut mengalami peningkatan aktivitas produksi.

“Salah satu contoh yang terlihat pada pertumbuhan usaha roti di Bulukumba yang semakin berkembang karena adanya kebutuhan suplai makanan untuk program MBG”, terang Ilham Ashari.

Para relawan yang dirumahkan berharap agar dapur MBG dapat kembali dibuka sehingga aktivitas pelayanan gizi serta pekerjaan mereka dapat berjalan kembali.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *