160 Ribu ASN Pensiun 2025, Seleksi CPNS 2026 Berpeluang Dibuka?

2 menit membaca View : 219
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 25 Feb 2026

Mediaraya.id – Seleksi CPNS 2026 disebut berpeluang dibuka setelah sekitar 160.000 aparatur sipil negara tercatat purnatugas pada 2025.

Kekosongan formasi tersebut tengah menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga keberlanjutan birokrasi nasional.

Seleksi CPNS 2026 masih belum diumumkan secara resmi.

Sinyal peluang pengadaan rekrutmen baru disampaikan oleh Rini Widyantini selaku Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Selasa, 24 Februari 2026.

Seleksi CPNS 2026 dinyatakan masih menunggu kesiapan tahapan panjang, termasuk perhitungan anggaran negara.

Proses pemenuhan seluruh kebutuhan ASN disebut belum dapat dilakukan secara sekaligus.

“Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS),” bebernya.

Tahapan Seleksi Masih Dikaji

Waktu pembukaan seleksi CPNS 2026 diakui belum dapat dipastikan.

Kesiapan anggaran disebut menjadi salah satu faktor utama yang masih dikaji.

Advertisement
Penerimaan Siswa Baru Sawayaka Islamic School Tahun Ajaran 2026/2027 dengan jadwal pendaftaran dan kontak informasi

Jumlah formasi yang tersedia disebut dapat berbeda dari total ASN yang pensiun.

“Prosesnya sangat panjang ya, kesiapan anggarannya, misalnya 160.000 tapi anggarannya belum bisa seluruhnya kita isi, misalnya gitu,” terangnya.

Perhatian Untuk Lulusan Baru

Perhatian pemerintah terhadap lulusan baru disampaikan tetap diberikan.

Kesempatan bagi fresh graduate untuk bergabung sebagai ASN dinilai masih terbuka guna mendukung kinerja birokrasi.

“Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini,” ujarnya.

Pemetaan Kebutuhan Dan Kompetensi

Pemetaan kebutuhan ASN di setiap kementerian dan lembaga disebut masih dilakukan.

Penyesuaian kompetensi dengan strategi instansi dan program prioritas presiden dinilai menjadi fokus utama pemerintah.

“Yang paling penting itu kompetensinya. Harus disesuaikan dengan strategi kementerian dan program prioritas presiden,” tutupnya.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *