
Mediaraya.id – Suasana ruang Lantai 4 Gedung Pinisi, Senin (4/5/2026), terasa hidup ketika Dialog Publik Bulukumba dimulai.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, duduk di tengah forum, menyimak satu per satu suara dari masyarakat lintas elemen dari aktivis, mahasiswa, hingga insan media.
Dialog Publik Bulukumba ini mengangkat tema “Tantangan Pembangunan Kabupaten Bulukumba di Tengah Situasi Krisis Global.”
Dalam forum terbuka ini, pemerintah daerah berupaya menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana daerah tetap bertahan dan tumbuh di tengah tekanan ekonomi global.
Forum Terbuka, Menyatukan Pemerintah Dan Warga
Dipandu Kepala Kesbangpol Bulukumba, Ahmad Arfan, dialog berlangsung dinamis.
Hadir pula jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Muh. Ali Saleng, serta pimpinan OPD yang langsung terlibat dalam pembahasan isu-isu strategis.
Peserta yang datang bukan sekadar pendengar.
Mereka membawa pengalaman, kegelisahan, sekaligus harapan.
Ada yang menyoroti sektor ekonomi, ada pula yang menyinggung pelayanan publik hingga peluang generasi muda.
Di tengah diskusi, terasa jelas bahwa Dialog Publik Bulukumba bukan hanya agenda formal.
Ia menjadi ruang pertemuan antara kebijakan dan realitas.
Fokus Ketahanan Pangan Dan Potensi Lokal
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Andi Utta menekankan pentingnya memaksimalkan potensi daerah, khususnya sektor pertanian dan kelautan.
“Jangan biarkan ada lahan kosong. Kita harus garap, kuatkan ketahanan pangan,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Di tengah ancaman krisis global, sektor pangan menjadi benteng utama daerah.
Bulukumba, dengan kekayaan sumber daya alamnya, dinilai memiliki peluang besar untuk mandiri secara ekonomi.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat aktif dalam pembangunan.
DPRD Dan Elemen Masyarakat Dorong Dialog Berkelanjutan
Dialog Publik Bulukumba turut dihadiri Ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, yang kemudian diwakili Fahidin HDK setelah sesi istirahat.
Fahidin menilai forum semacam ini penting untuk menjaga komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Dialog ini bagus. Perlu dibuatkan jadwal minimal per semester,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam mengawal pembangunan.
“Bulukumba bisa lebih maju kalau masyarakatnya aktif berkontribusi, sekaligus memberi solusi,” sambungnya.
Ruang Tanpa Sekat, Harapan Kaum Muda
Apresiasi juga datang dari kalangan pemuda.
Bendahara Umum Karang Taruna Bulukumba, Sam Prakoso, menyebut dialog ini sebagai bukti pemerintah membuka diri terhadap kritik.
“Ruang seperti ini mampu membuat hal-hal yang tersumbat tersambung kembali. Ini bukti pemerintah tidak anti kritik,” katanya.
Bagi kalangan muda, Dialog Publuk Bulukumba menghadirkan pengalaman berbeda.
Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga didengar. Suasana yang sebelumnya terasa berjarak, perlahan mencair.
Dampak dan Outlook: Menjaga Ruang Dialog Tetap Hidup
Dialog Publuk Bulukumba menunjukkan satu hal penting: pembangunan tidak bisa berjalan satu arah.
Ia membutuhkan komunikasi, kepercayaan, dan keterlibatan semua pihak.
Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, forum dialog semacam ini telah menjadi agenda rutin.
Bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari strategi membangun pemerintahan yang inklusif.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi.
Aspirasi yang disampaikan harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata.
Jika itu terwujud, maka Dialog Publuk Bulukumba tidak hanya menjadi ruang bicara, tetapi juga motor perubahan.***
Tidak ada komentar