Kapolri Mutasi Besar-besaran, 9 Kapolda Berganti

3 menit membaca View : 37
Avatar photo
Andi Fendy
Nasional - 09 Mei 2026

Mediaraya.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan rotasi besar di tubuh Polri.

Sebanyak sembilan kepala kepolisian daerah (Kapolda) resmi diganti dalam mutasi terbaru yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.

Mutasi Polri ini menjadi salah satu langkah strategis untuk penyegaran organisasi sekaligus penguatan struktur kepemimpinan di berbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah nama perwira tinggi dan menengah bergeser posisi, termasuk beberapa pejabat yang selama ini menempati posisi vital di Mabes Polri.

Pergantian tersebut mencakup wilayah strategis seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, hingga Sulawesi Tengah.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan proses yang lazim dalam organisasi kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang alamiah dalam organisasi Polri. Ini menjadi bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan profesionalisme personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin dinamis,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

Daftar 9 Kapolda Yang Diganti Kapolri

Dalam mutasi Polri 2026 kali ini, sejumlah Kapolda dipindahkan menjadi perwira tinggi di satuan baru, sementara posisi mereka diisi oleh pejabat lain yang dinilai siap menghadapi tantangan keamanan di daerah.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Gatot Tri Suryantana dimutasi menjadi perwira tinggi Lemdiklat Polri.

Posisinya digantikan Irjen Djati Wiyoto yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Utara.

Sementara itu, Brigjen Agus Wijayanto yang sebelumnya menjabat Karowabprof Divisi Propam Polri dipercaya menjadi Kapolda Kalimantan Utara.

Di Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri.

Jabatan Kapolda Jawa Barat kemudian diisi Irjen Pipit yang sebelumnya menjabat Kapolda Kalimantan Barat.

Kursi Kapolda Kalimantan Barat selanjutnya ditempati Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar.

Rotasi juga terjadi di wilayah Indonesia Timur.

Kapolda Maluku Utara Irjen Waris Agono dimutasi sebagai perwira tinggi Polda Maluku Utara.

Jabatan tersebut kini diemban Brigjen Arif Budiman yang sebelumnya menjabat Danpas Brimob II Korps Brimob Polri.

Brigjen Nasri Naik Jabatan Jadi Kapolda Sulteng

Salah satu nama yang turut menjadi sorotan dalam mutasi Polri kali ini adalah Brigjen Nasri.

Advertisement

Perwira yang sebelumnya menjabat Wakapolda Sulawesi Selatan itu resmi diangkat menjadi Kapolda Sulawesi Tengah.

Ia menggantikan Irjen Endi Sutendi yang dimutasi sebagai perwira tinggi Polda Sulawesi Tengah.

Kenaikan jabatan Brigjen Nasri dinilai menjadi bagian dari regenerasi kepemimpinan di tubuh Polri, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang memiliki tantangan keamanan dan sosial cukup kompleks.

Selain itu, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Didik Agung Widjanarko juga dimutasi sebagai perwira tinggi Polda Sulawesi Utara.

Posisinya digantikan Brigjen Himawan Bayu Aji yang sebelumnya menjabat Dirtipidsiber Bareskrim Polri.

Di Nusa Tenggara Barat, Irjen Edy Murbowo dimutasi menjadi perwira tinggi Polda NTB.

Jabatan Kapolda NTB kini dipercayakan kepada Irjen Kalingga Rendra Raharja yang sebelumnya menjabat Kakorbinmas Baharkam Polri.

Sedangkan Kapolda Bengkulu Irjen Mardiyono ditunjuk menjadi Kakorbinmas Baharkam Polri dan digantikan Brigjen Yudhi Sulistianto Wahid.

Mutasi Polri Dinilai Perkuat Organisasi

Mutasi Polri bukan sekadar pergantian jabatan administratif.

Di internal kepolisian, rotasi seperti ini menjadi bagian penting dari pembinaan karier sekaligus penyegaran institusi agar lebih adaptif menghadapi dinamika masyarakat.

Pergantian sejumlah Kapolda juga menunjukkan upaya Polri dalam menjaga stabilitas organisasi di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang, mulai dari kejahatan siber, konflik sosial, hingga pelayanan publik yang semakin dituntut cepat dan profesional.

Irjen Johnny Eddizon Isir menambahkan bahwa pergantian jabatan di lingkungan Polri diharapkan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Polri terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Di lapangan, mutasi ini juga membawa harapan baru bagi masyarakat di daerah.

Pergantian pimpinan kepolisian biasanya diikuti dengan pendekatan kerja, prioritas keamanan, dan gaya kepemimpinan yang berbeda.***

Advertisement
Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS