Aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 oleh PMII Cabang Bulukumba di perempatan Teko berlangsung aman dan kondusif.Mediaraya.id – Aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Kabupaten Bulukumba berlangsung tertib, aman, dan penuh suasana humanis, Jumat (1/5/2026).
Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba turun ke jalan menyuarakan aspirasi buruh di perempatan Teko, Kelurahan Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu.
Di tengah pengawalan ratusan personel gabungan dari Polres Bulukumba, Polsek jajaran, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan, aksi berlangsung damai tanpa insiden berarti.
Bahkan, momen penutup aksi justru menghadirkan pemandangan yang jarang terjadi massa aksi dan aparat keamanan saling berjabat tangan sebagai simbol penghormatan dan persaudaraan.
PMII Bulukumba Suarakan Aspirasi Buruh Secara Damai
Aksi May Day tersebut dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan Jirin bersama Ketua PMII Bulukumba, Syaibatul Hamdi.
Puluhan peserta mulai berkumpul sejak siang dan memulai unjuk rasa sekitar pukul 14.35 Wita.
Selama kurang lebih dua jam, para peserta menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian.
Mereka menyoroti berbagai isu ketenagakerjaan serta pentingnya perlindungan terhadap hak-hak buruh di momentum Hari Buruh Internasional.
Meski berlangsung di titik strategis lalu lintas kota, situasi tetap terkendali.
Tidak terlihat ketegangan antara massa aksi dan petugas keamanan.
Sebaliknya, suasana berlangsung relatif tenang dengan pendekatan persuasif dari aparat.
Kehadiran personel Satlantas bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba juga membantu mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan panjang di sekitar lokasi aksi.
Ratusan Personel Gabungan Kawal Aksi May Day
Pengamanan aksi dipimpin oleh Kapolsek Gantarang Kompol Abdul Kadir bersama Kapolsek Ujung Bulu IPTU Rudi Adri Purwanto, Kapolsek Kindang IPTU Hendra Yunus, serta Kapolsek Rilau Ale IPTU Muhammad Riad.
Turut hadir pula Kasat Intelkam AKP H. Mulyadi, Kasat Narkoba AKP Salehuddin, dan Kasi Propam IPTU Andi Panangrangi yang memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai prosedur.
Selain unsur kepolisian, pengamanan juga melibatkan Satpol PP yang dipimpin langsung Kasatpol Andi Ashadi serta jajaran Dishub di bawah koordinasi Kadis Perhubungan Idham Khalid Patunru.
Pendekatan humanis menjadi sorotan utama dalam pengamanan kali ini.
Aparat tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan peserta aksi.
Hal itu terlihat jelas saat massa mulai membubarkan diri.
Momen Humanis: Massa Dan Aparat Bersalaman
Usai pelaksanaan aksi sekitar pukul 17.10 Wita, Koordinator Lapangan Jirin melalui pengeras suara mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan apresiasi kepada aparat keamanan.
“Kepada seluruh rekan-rekan, mari kita bersalaman dengan pihak keamanan. Terima kasih atas bantuan pengamanannya, seluruh pihak keamanan adalah saudara kita,” ujarnya.
Ajakan tersebut langsung disambut peserta aksi.
Mereka satu per satu menghampiri aparat kepolisian dan petugas pengamanan lainnya untuk berjabat tangan.
Momen itu menjadi penegas bahwa penyampaian aspirasi tidak harus berakhir dengan ketegangan.
Di tengah dinamika demonstrasi, ruang dialog dan rasa saling menghormati tetap bisa terjaga.
Pemandangan seperti ini menjadi pesan kuat bahwa demokrasi yang sehat dibangun bukan hanya melalui suara lantang di jalan, tetapi juga lewat sikap saling menghargai.
Kapolres Bulukumba Apresiasi Sikap Tertib Massa Aksi
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan sesuai aturan.
Ia menilai pelaksanaan May Day di Bulukumba tahun ini menjadi contoh positif bagaimana kebebasan berpendapat dapat berjalan beriringan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Polres Bulukumba, Satpol PP, Dishub, dan semua pihak yang terlibat dalam pengamanan.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan bukan hanya soal menjaga situasi tetap aman, tetapi juga memastikan masyarakat tetap nyaman beraktivitas selama aksi berlangsung.
May Day Bulukumba 2026 pun ditutup dengan suasana kondusif tanpa ricuh, tanpa gesekan, dan dengan pesan kuat tentang persaudaraan.
Ke depan, pola pengamanan humanis seperti ini diharapkan menjadi standar dalam setiap penyampaian aspirasi publik di ruang terbuka.***
Tidak ada komentar