Iran Siap Perang Lawan AS, Trump Ditekan Pilih Kompromi Atau Konflik

3 menit membaca View : 193
Avatar photo
Andi Fendy
Mancanegara - 06 Feb 2026

Mediaraya.id – Ketegangan Amerika Serikat Iran kembali meningkat setelah kesiapan perang ditegaskan oleh militer Teheran menjelang perundingan Oman.

Ancaman perang AS Iran disampaikan secara terbuka oleh pejabat militer Iran saat tekanan politik juga diarahkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran perang regional yang lebih luas.

Kesiapan perang Iran disampaikan oleh juru bicara militer Brigadir Jenderal Iran Mohammad Akraminia menyusul penguatan persenjataan strategis.

Militer Teheran disebut telah menambah 1.000 unit drone tempur sebagai bagian dari penguatan pertahanan nasional.

Pernyataan ini disampaikan sehari sebelum perundingan nuklir Iran AS digelar di Oman.

Tekanan terhadap Iran juga disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump melalui peringatan keras.

Konsekuensi serius disebut dapat terjadi jika kesepakatan gagal dicapai dalam pembicaraan yang direncanakan berlangsung Jumat (6/2/2026).

Militer Iran Tegaskan Opsi Perang

Kesiapan menghadapi konflik bersenjata ditegaskan oleh Brigadir Jenderal Iran Mohammad Akraminia.

“Kami selalu mengumumkan bahwa kami siap menghadapi pilihan dan skenario apa pun yang dipertimbangkan musuh, dan jika musuh memilih opsi perang, kami siap untuk opsi apa pun dalam kondisi perang.”

Ancaman langsung juga diarahkan kepada Amerika Serikat.

“Trump harus memilih antara kompromi atau perang,” ujarnya.

“Jika perang pecah, cakupannya akan meliputi seluruh wilayah geografis kawasan dan semua pangkalan AS—dari wilayah pendudukan hingga Teluk Persia dan Laut Oman, tempat AS memiliki pangkalan. Akses kita ke pangkalan AS mudah, dan ini telah meningkatkan kerentanan mereka,” paparnya, sebagaimana dikutip dari ISNA.

Penyitaan Kapal Dan Ancaman Rudal

Ketegangan semakin diperketat setelah dua kapal tanker minyak disita oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran di Teluk.

Advertisement

Awak asing disebut ikut diamankan karena dugaan penyelundupan bahan bakar.

Persediaan rudal balistik Iran juga disebut telah ditambah sejak serangan Israel pada Juni tahun lalu.

Ancaman serangan balasan diarahkan ke Israel dan pangkalan AS jika keamanan Republik Islam Iran dinilai terancam.

Perundingan Nuklir Di Oman

Pertemuan pejabat Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Oman untuk membahas program nuklir Teheran.

Lokasi Oman dipilih sebagai kelanjutan pembicaraan sebelumnya yang difokuskan pada isu nuklir.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan agar ketegangan tidak menyeret kawasan ke konflik baru.

Upaya diplomatik dari kedua pihak disebut telah diapresiasi dan pertemuan tingkat pemimpin dinilai bermanfaat setelah negosiasi teknis.

Sikap AS Dan Israel

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan kesiapan negosiasi tetap ada dengan syarat program nuklir dan rudal Iran turut dibahas.

Dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata kawasan juga disebut sebagai bagian dari tuntutan Washington.

Iran hanya menyatakan kesiapan membahas program nuklir tanpa menerima syarat penghentian pengayaan uranium.

Pengayaan uranium tingkat tinggi yang dilakukan Iran dinilai hanya selangkah dari level senjata nuklir.

Israel menyebut serangan terhadap target nuklir Iran dilakukan untuk mencegah ancaman eksistensial.

Amerika Serikat tercatat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah melalui pengiriman ribuan personel dan armada tempur strategis.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *