Pencurian Sapi Di Bulukumba Marak Jelang Idul Adha, Peternak Rugi Puluhan Juta

3 menit membaca View : 20
Avatar photo
Andi Fendy
Daerah - 02 Mei 2026

Mediaraya.id – Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, keresahan menyelimuti para peternak di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus pencurian sapi dilaporkan meningkat dan membuat warga waswas, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari usaha peternakan.

Salah satu kasus terjadi di Jalan Karet, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa.

Dua warga setempat, Muhammad Saiful dan Hardiana, mengaku kehilangan total enam ekor sapi.

Satu ekor milik Saiful, sementara lima lainnya milik Hardiana.

Kerugian akibat pencurian sapi di Bulukumba ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa tersebut pun menjadi perhatian warga karena terjadi menjelang momentum Idul Adha, saat harga sapi cenderung meningkat dan permintaan pasar melonjak.

Peternak Resah, Sapi Hilang Saat Menjelang Musim Kurban

Muhammad Saiful mengungkapkan, sapi miliknya hilang pada Jumat, 24 April 2026.

Ia baru menyadari ternaknya raib saat hendak memeriksa kandang pada pagi hari.

Bagi peternak kecil seperti dirinya, kehilangan satu ekor sapi bukan perkara sepele.

Hewan ternak itu bukan sekadar aset, melainkan tabungan keluarga yang disiapkan untuk kebutuhan besar, termasuk musim kurban.

“Iya, kami sudah laporkan pencurian ini ke Polsek Bulukumpa. Kami berharap kasus ini segera diusut pihak kepolisian,” kata Saiful saat ditemui, Sabtu, 2 Mei 2026.

Dua hari setelah kejadian, Saiful resmi melaporkan kasus tersebut ke Polsek Bulukumpa.

Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan mengembalikan rasa aman bagi masyarakat.

Lima Ekor Sapi Milik Warga Lain Juga Raib

Tidak hanya Saiful, warga lain bernama Hardiana juga mengalami kerugian lebih besar.

Sebanyak lima ekor sapi miliknya dilaporkan hilang dalam rentang waktu yang hampir bersamaan.

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa aksi pencurian ternak di Bulukumba dilakukan secara terorganisir dan menyasar peternak yang dianggap lengah.

Warga menyebut, pelaku diduga memanfaatkan situasi malam hari dan lokasi kandang yang relatif jauh dari permukiman padat.

Beberapa peternak bahkan mulai berjaga bergantian demi mengantisipasi kejadian serupa.

Menjelang Idul Adha, sapi menjadi komoditas bernilai tinggi.

Hal inilah yang diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya aksi pencurian ternak.

Polisi Diminta Bertindak Cepat

Maraknya pencurian sapi di Bulukumba membuat warga meminta kepolisian meningkatkan patroli, khususnya di wilayah rawan peternakan seperti Kecamatan Bulukmpa dan sekitarnya.

Peternak berharap ada langkah konkret, mulai dari penyelidikan intensif hingga pengawasan rutin di area kandang warga.

Mereka khawatir jika tidak segera ditangani, kasus serupa akan terus berulang.

Selain kerugian ekonomi, pencurian ternak juga meninggalkan tekanan psikologis bagi peternak.

Rasa cemas muncul setiap malam, terutama bagi mereka yang hanya memiliki sedikit ternak sebagai sumber penghidupan utama.

Situasi ini menjadi ironi di tengah persiapan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Adha.

Di saat sebagian warga berharap berkah dari musim kurban, sebagian lainnya justru dihantui kehilangan.

Ancaman Nyata Bagi Ekonomi Peternak

Bagi masyarakat pedesaan, sapi bukan hanya hewan ternak biasa.

Ia adalah simbol kerja keras bertahun-tahun, investasi masa depan, dan penopang ekonomi keluarga.

Ketika seekor sapi hilang, yang lenyap bukan sekadar nilai jualnya, tetapi juga harapan untuk biaya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, hingga persiapan hari besar keagamaan.

Kasus pencurian sapi di Bulukumba ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Perlindungan terhadap peternak harus menjadi perhatian, apalagi menjelang momentum besar seperti Idul Adha.***

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *