(Ilustrasi) Penutupan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba disorot HMI Cabang Bulukumba karena dinilai berdampak pada relawan, UMKM, petani sayur, dan siswa penerima manfaat.Mediaraya.id – Penutupan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba disorot Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba.
Dampak sosial dan ekonomi disebut telah dirasakan oleh berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam aktivitas dapur program tersebut.
Penutupan dapur MBG di Kabupaten Bulukumba dinilai telah berdampak pada relawan, karyawan dapur, pelaku UMKM di sekitar lokasi, hingga petani sayur yang menjadi pemasok bahan makanan.
Aktivitas ekonomi yang sebelumnya berjalan melalui rantai penyediaan kebutuhan dapur berhenti sejak dapur program tersebut ditutup.
Sekretaris Umum HMI Cabang Bulukumba, Isranda Lattol, menyatakan bahwa dampak penutupan dapur MBG di Kabupaten Bulukumba tidak boleh diabaikan oleh pemerintah daerah karena menyangkut sumber penghidupan masyarakat.
“Pemerintah daerah harus memikirkan nasib para relawan, karyawan dapur, pelaku UMKM di sekitar dapur, hingga para petani sayur yang selama ini menjadi pemasok bahan makanan. Ada banyak orang yang kehilangan penghasilan ketika dapur MBG ditutup,” tegas Isranda Lattol.
Dampak Ekonomi Masyarakat
Dampak ekonomi disebut dirasakan oleh para relawan dan karyawan dapur yang sebelumnya terlibat dalam operasional program MBG.
Penghasilan yang bersumber dari aktivitas dapur dinilai telah terhenti setelah kebijakan penutupan diberlakukan.
Pelaku UMKM di sekitar dapur MBG juga disebut ikut terdampak.
Aktivitas penjualan yang sebelumnya bergantung pada keberadaan dapur program tersebut mengalami penurunan.
Para petani sayur yang selama ini menjadi pemasok bahan makanan bagi dapur MBG juga disebut kehilangan pasar penjualan hasil panen.
Hak Siswa Ikut Terdampak
HMI Cabang Bulukumba juga menyoroti dampak yang dirasakan oleh para siswa yang sebelumnya menerima manfaat dari program makan bergizi gratis tersebut.
Program MBG disebut telah menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan gizi bagi para siswa sebelum dapur dihentikan operasionalnya.
“Di sisi lain, kita juga harus melihat bahwa ketika dapur MBG ditutup, maka para siswa tidak lagi mendapatkan hak mereka untuk memperoleh makanan bergizi dari program tersebut. Ini tentu menjadi persoalan serius yang harus segera dicarikan solusi,” lanjutnya.
HMI Desak Evaluasi Kebijakan
Evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penutupan dapur MBG di Kabupaten Bulukumba didesak untuk segera dilakukan oleh pemerintah daerah.
Kebijakan yang diambil dinilai harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat kecil.
Kehadiran solusi dari pemerintah daerah sangat penting agar dampak yang dirasakan oleh para relawan, karyawan dapur, pelaku UMKM, hingga petani sayur dapat segera diatasi.
“Jangan sampai kebijakan yang diambil justru mematikan sumber penghidupan masyarakat kecil. Pemerintah harus hadir memberikan solusi, bukan hanya mengambil keputusan tanpa memikirkan nasib masyarakat,” ujarnya.****
Tidak ada komentar